Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju — Pondok Pesantren Idrisiyyah Gelar Upacara HUT RI ke-80 dengan Khidmat
KOMINFO IDRISIYYAH • 18 Agustus 2025
Pesantren Idrisiyyah | Tasikmalaya, 17 Agustus 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Pondok Pesantren Idrisiyyah menyelenggarakan upacara bendera yang dilaksanakan dengan penuh khidmat. Upacara ini digelar secara terpisah di Halaman Masjid Al-Fattah untuk peserta putra dan di Lapangan Pesantren Putri.
Kegiatan diikuti oleh jajaran Pengurus Idrisiyyah Foundation, dosen pendidikan tinggi, para asatidzah, Laskar Sufis, serta seluruh santri dan mahasantri. Suasana khidmat tampak sejak awal prosesi hingga pengibaran Sang Merah Putih oleh pasukan pengibar bendera yang terdiri dari santri pilihan.
Adapun yang bertugas sebagai Komandan Pasukan Putra adalah Muhammad Nurdin Jajuli, santri kelas 5 IPA, sementara Komandan Pasukan Putri adalah Rhadita Luckqueena, santri kelas 3C. Keduanya memimpin pasukan dengan penuh tanggung jawab dan semangat nasionalisme.
Pada upacara putra, Ust. Rizal Fauzi, M.Ag bertindak sebagai Pembina Upacara, dengan Bapak Farid Ahmad Zaelani, S.T sebagai Pemimpin Upacara. Sementara itu, pada upacara putri, Ustdzh. Ulfi Wisa Belinda, M.Pd menjadi Pembina Upacara dengan Keysha Yuki Utami sebagai Pemimpin Upacara.
Rangkaian kegiatan meliputi penghormatan kepada bendera Merah Putih, mengheningkan cipta untuk para pahlawan bangsa, pembacaan teks Proklamasi, hingga pembacaan Manakib Syekh Akbar Abdul Fattah. Momen ini menjadi sarana menumbuhkan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus memperkuat semangat nasionalisme di kalangan santri.
Dalam amanatnya, Ust. Rizal Fauzi, M.Ag menyampaikan:
“Kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah dari penjajah, akan tetapi anugerah dan rahmat Allah SWT, buah dari perjuangan yang panjang. Perumpamaan mujahadah tidak akan disia-siakan oleh Allah SWT. Dengan ilmu tasawuf, kita wujudkan cita-cita para pendiri bangsa. Apa impian para pendiri bangsa? Dalam UUD 1945 cukup jelas, bagaimana pada sila pertama dan kedua para pendiri ingin membentuk negara yang religius, yakni negara yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.”
Beliau menegaskan bahwa UUD 1945 dan Pancasila bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah yang dirumuskan oleh para ulama. Karena itu, amanat yang terkandung di dalamnya tidak boleh diragukan.
“Tarekat Idrisiyyah akan terus mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia selama berpegang teguh pada amanat para pendiri bangsa sesuai dengan UUD 1945 dan Pancasila,” tambahnya.
Simak juga berita lainnya pada link berikut » Kisah Pertemuan Syekh Akbar dan Pemilik RS Ridhoka Salma, Dari Kajian MUI hingga Talqin Dzikir di Idrisiyyah - Tarekat Idrisiyyah
Upacara kemerdekaan ke-80 di Pondok Pesantren Idrisiyyah ini tidak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga momentum meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan spiritualitas untuk mewujudkan Indonesia yang bersatu, berdaulat, sejahtera, dan maju.